MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN KEJURUAN: STUDI KASUS DI SMKS YAPIS SANTONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR

DOI:

https://doi.org/10.32478/frw2m673

Authors

  • M. Junaidi STITNU AL MAHSUNI Lombok Timur Nusa Tenggara Barat -  Indonesia

Keywords:

Desa Santong; Manajemen Sarana Prasarana; Manajemen Resiliensi; Pendidikan Kejuruan; SMKS Yapis Santong.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sarana dan prasarana pada pendidikan kejuruan di wilayah perdesaan, dengan fokus studi kasus di SMKS Yapis Santong, Kabupaten Lombok Timur. Kajian ini mengidentifikasi tantangan kritis dalam perencanaan, pemeliharaan, dan pengadaan alat praktik serta merumuskan solusi resiliensi yang relevan dengan konteks lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan pengelola sarana, observasi langsung terhadap kondisi bengkel, serta dokumentasi inventaris aset. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pada tahun 2026 mengungkapkan bahwa tantangan utama meliputi 2 rasio alat praktik terhadap siswa yang kritis (1:8), yang memicu percepatan degradasi fisik alat. Selain itu, terjadi "distorsi pemeliharaan" di mana dana operasional sekolah secara dominan terserap untuk belanja pegawai honorer, sehingga menyisakan alokasi yang sangat minim untuk perawatan preventif. Untuk mengatasi hambatan tersebut, sekolah mengimplementasikan model "Manajemen Resiliensi" melalui inovasi "GuruTeknisi" dan kemitraan "Laboratorium Komunitas" dengan bengkel lokal. Penelitian menyimpulkan bahwa keberlanjutan pendidikan kejuruan di wilayah rural sangat bergantung pada fleksibilitas manajerial dan konsolidasi modal sosial untuk menyubstitusi keterbatasan fiskal. Temuan ini menyoroti perlunya kebijakan distribusi alat yang berkeadilan untuk menjembatani celah kompetensi antara lulusan vokasi
perdesaan dan perkotaan. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

REFERENSI

Book

Latif, M. (2024). Digitalisasi Manajemen Aset Sekolah: Teori dan Implementasi. Andi

Offset.

Mulyasa, E. (2023). Manajemen serta Akuntabilitas Pendidikan. Remaja Rosdakarya.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 40 Tahun 2008 tentang Standar Sarana

dan Prasarana untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah

Kejuruan (MAK).

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Pendidikan: Alur Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Alfabeta.

Journal Article

Arifin, Z., & Siswanto, S. (2024). Revitalisasi Manajemen Sarana Prasarana SMK melalui

Model Teaching Factory di Wilayah Rural. Jurnal Akuntabilitas Manajemen

Pendidikan, 12(1), 34-48.

Badan Pusat Statistik. (2024). Kabupaten Lombok Timur dalam Angka 2024. BPS

Kabupaten Lombok Timur. lomboktimurkab.bps.go.id

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing

Among Five Approaches (4th ed.). Sage Publications.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB. (2025). Laporan Pemetaan Sarana

Prasarana Pendidikan Menengah Kejuruan Nusa Tenggara Barat. Mataram:

Dikbud NTB.

Fullan, M. (2024). The New Meaning of Educational Change: Leadership and Resilience

in Digital Era (6th ed.). Teachers College Press. Hasanah, U. (2025). Problematika

Pendanaan Sekolah Swasta dan Dampaknya terhadap Kualitas Fasilitas

Praktik. Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia, 16(2).

Hidayat, R., & Aziz, A. (2021). Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan

Kualitas Pendidikan. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran, 9(1), 154-165.

15

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2026). Data Pokok

Pendidikan (Dapodik) SMKS Yapis Santong (NPSN: 69757229). Direktorat Jenderal

Pendidikan Vokasi. referensi.data.kemdikbud.go.id

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A

Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Permana, A., Putra, R., & Susanto, H. (2023). Tantangan Pendidikan Vokasi di Era

Revolusi Industri 4.0 pada Wilayah Perdesaan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik

dan Kejuruan, 16(2), 88-102.

Prasetyo, B. (2024). Manajemen Sarana Prasarana pada Sekolah di Wilayah

Marginal. Jurnal Tata Kelola Pendidikan, 12(2), 45-59.

Pratama, R. (2024). Logistik dan Distribusi Fasilitas Pendidikan di Daerah Terpencil

Indonesia. Analisis Kebijakan Pendidikan, 8(1), 112-125.

Saputra, M. A., & Wardani, K. (2022). Analisis Hambatan Manajemen Fasilitas

Pendidikan di Daerah Terpencil. Jurnal Manajemen Pendidikan, 10(3), 210-225.

Suryani, L., & Hamdan, M. (2024). Revitalisasi Vokasi Berbasis Komunitas. Pustaka

Pelajar. Arifin, Z., & Siswanto, S. (2024). Revitalisasi Manajemen Sarana

Prasarana SMK melalui Model Teaching Factory di Wilayah Rural. Jurnal

Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 12(1), 34-48. doi.org

UNESCO. (2024). Global Education Monitoring Report: Technology in Education in Rural

Areas. UNESCO Publishing. unesdoc.unesco.org

Utomo, B. S. (2025). Sinergi SMK dan UMKM: Model Kemitraan Lokal di Wilayah

Perdesaan. Vokasi: Jurnal Pendidikan Teknik dan Kejuruan, 13(3), 202-215.

Wahyudi, S. (2025). Kesenjangan Digital dan Infrastruktur Pendidikan di Nusa Tenggara

Barat. Jurnal Teknologi Pendidikan Nusantara, 14(3), 201-218.

Yapis Santong. (2026). Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) SMKS

Yapis Santong Tahun Pelajaran 2025/2026. (Arsip Internal Sekolah).

Downloads

Published

2026-03-10

Issue

Section

Original Research Article

How to Cite

MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN KEJURUAN: STUDI KASUS DI SMKS YAPIS SANTONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR. (2026). Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 10(1), 122-136. https://doi.org/10.32478/frw2m673

Similar Articles

11-20 of 115

You may also start an advanced similarity search for this article.