RELIGIOUS ACTIVITIES AS HIDDEN CURRICULUM IN MADRASAHS: THE CONSTRUCTION OF RELIGIOUS CULTURE IN CHARACTER FORMATION
DOI:
https://doi.org/10.32478/leadership.v7i1.4699
Abstract
This study examines religious activities in madrasahs as a form of hidden curriculum that contributes to the construction of religious culture and the formation of students’ character. Using a qualitative approach with a library research design, this study analyzes various relevant literature on Islamic education, hidden curriculum, and character education. The findings indicate that religious activities such as congregational prayer, Qur’anic recitation, and other ritual practices are not merely formal obligations, but function as implicit pedagogical instruments that shape students’ values, attitudes, and behaviors. Through repetitive practices and social interactions within the madrasah environment, these activities construct a religious culture that fosters discipline, social responsibility, and spiritual awareness. Furthermore, the concept of hidden curriculum provides a theoretical framework to understand how values are transmitted indirectly through daily practices and institutional culture. However, the effectiveness of religious activities depends on their implementation. When carried out only as routine formalities without reflective understanding, their transformative impact becomes limited. Therefore, this study highlights the importance of integrating reflective and contextual approaches in managing religious activities, supported by teacher exemplification and a conducive institutional environment. This research contributes to the discourse on Islamic education by emphasizing the role of experiential learning and implicit value transmission in fostering holistic character development in madrasahs.
Keywords: Hidden curriculum; Religious activities; Madrasah education; Religious culture.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji kegiatan keagamaan di madrasah sebagai bentuk kurikulum tersembunyi yang berkontribusi pada pembangunan budaya keagamaan dan pembentukan karakter mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian perpustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai literatur yang relevan tentang pendidikan Islam, kurikulum tersembunyi, dan pendidikan karakter. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah, pembacaan Al-Qur'an, dan praktik ritual lainnya bukan sekadar kewajiban formal, tetapi berfungsi sebagai instrumen pedagogis implisit yang membentuk nilai, sikap, dan perilaku siswa. Melalui praktik berulang dan interaksi sosial dalam lingkungan madrasah, kegiatan ini membangun budaya keagamaan yang menumbuhkan disiplin, tanggung jawab sosial, dan kesadaran spiritual. Selanjutnya, konsep kurikulum tersembunyi memberikan kerangka teoritis untuk memahami bagaimana nilai-nilai ditransmisikan secara tidak langsung melalui praktik sehari-hari dan budaya kelembagaan. Namun, efektivitas kegiatan keagamaan tergantung pada pelaksanaannya. Ketika dilakukan hanya sebagai formalitas rutin tanpa pemahaman reflektif, dampak transformatifnya menjadi terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan pendekatan reflektif dan kontekstual dalam mengelola kegiatan keagamaan, didukung oleh teladan guru dan lingkungan kelembagaan yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada wacana pendidikan Islam dengan menekankan peran pembelajaran pengalaman dan transmisi nilai implisit dalam mendorong pengembangan karakter holistik di madrasah.
Kata kunci: Kurikulum tersembunyi; Kegiatan keagamaan; pendidikan madrasah; Budaya religius.
Downloads
References
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394 DOI: https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394
Al-Ghazali. (1998). The Alchemy of Happiness. Mizan Press.
Al-Ghazali. (2005). Ihya Ulumuddin. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Azra, A. (1999). PENDIDIKAN ISLAM: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Logos Wacana Ilmu.
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Kencana.
Bourdieu, P. (1986). The Forms of Capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education. Greenwood.
Bourdieu, P. (2020). Bahasa dan Kekuasaan Simbolik. IRCISOD.
Bowles, S., & Gintis, H. (1976). Schooling in Capitalist America: Educational Reform and the Contradictions of Economic Life. Basic Books.
Deal, T. E., & Peterson, K. D. (2009). Shaping School Culture. Jossey-Bass.
Fahham, A. M. (2020). Pendidikan Pesantren: Pola Pengasuhan, Pembentukan Karakter, dan Perlindungan Anak. Publica Institute Jakarta.
Fatmawati, N. I., & Sholikin, A. (2020). PIERRE BOURDIEU DAN KONSEP DASAR KEKERASAN SIMBOLIK. Madani Jurnal Politik Dan Sosial Kemasyarakatan, 12(1), Article 1. https://doi.org/10.52166/madani.v12i1.3280 DOI: https://doi.org/10.52166/madani.v12i1.1899
Giroux, H. A., & Penna, A. N. (1979). Social Education in the Classroom: The Dynamics of the Hidden Curriculum. Theory & Research in Social Education, 7(1), 21–42. DOI: https://doi.org/10.1080/00933104.1979.10506048
Hidayat, A. (2022). Peran Guru Dalam Membentuk Adab Siswa Dalam Manajemen Pendidikan Islam. Muta Allim Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 85–95. https://doi.org/10.18860/mjpai.v1i1.1104 DOI: https://doi.org/10.18860/mjpai.v1i1.1104
Jackson, R. (2013). Rethinking Religious Education and Plurality (0 edn). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203465165 DOI: https://doi.org/10.4324/9780203465165
Krippendorff, K. (2019). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. SAGE Publications, Inc. https://doi.org/10.4135/9781071878781 DOI: https://doi.org/10.4135/9781071878781
Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.
Muhaimin. (2006). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Remaja Rosdakarya.
Nirwani Jumala, N. J., & Abubakar, A. (2019). INTERNALISASI NILAI-NILAI SPIRITUAL ISLAMI DALAM KEGIATAN PENDIDIKAN. JURNAL SERAMBI ILMU, 20(1), 160. https://doi.org/10.32672/si.v20i1.1000 DOI: https://doi.org/10.32672/si.v20i1.1000
Pamungkas, Y. C., Moefad, A. M., & Purnomo, R. (2024). Konstruksi Realitas Sosial di Indonesia dalam Peran Media dan Identitas Budaya di Era Globalisasi. Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(4), Article 4. https://doi.org/10.37329/metta.v4i4.3737 DOI: https://doi.org/10.37329/metta.v4i4.3737
Salim, A. (2020). The Madrasa Resistance Against Radicalism. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 13(2), 315–336. https://doi.org/10.21580/nw.2019.13.2.5173 DOI: https://doi.org/10.21580/nw.2019.13.2.5173
Tilaar, H. A. R. (2012). Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia. Rineka Cipta.
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aulia Diana Devi, Sutiah, Moh. Padil, RAHMATULLAH ISMA'IL

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
Most read articles by the same author(s)
- Muhammad Faishal Haq, Abd. Haris, Moh. Padil, Aqiela Mahannada, THE ROLE OF THE PRINCIPAL'S DIGITAL LEADERSHIP IN DECISION MAKING , Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam: Vol. 7 No. 2 (2026): Juni
- Zainal Anwar, Umi Sumbulah, M. Fahim Tharaba, Sutiah Sutiah, Obaidul Hoque, THE TRANSFORMATION OF THE ONE STOP INTEGRATED SERVICE MANAGEMENT (PTSP) IN IMPROVING THE QUALITY OF PUBLIC SERVICES AT THE MINISTRY OF RELIGIOUS AFFAIRS IN MALANG CITY , Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam: Vol. 7 No. 1 (2025): Desember





