IMPLEMENTATION OF MAQASID AL-SHARI’AH AS A PREVENTIVE MEASURE AGAINST CRIMINAL ABUSE IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS (CASE STUDY IN MALANG)
Implementasi Maqasid al-Syari’ah sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan di Pesantren (Studi Kasus di Malang)
DOI:
https://doi.org/10.32478/rxcjee43
Keywords:
Islamic Boarding School , Maqasid al-Shari’ah, PersecutionAbstract
Criminal acts of abuse are increasingly widespread and sadly this has occurred in educational institutions which are supposed to be places where ethics and science are taught. The Abuse even took place in Islamic boarding schools. This Phenomenon is not in line with the goals of Islamic boarding schools which prioritize morals, because Islamic boarding schools are one of the oldest educational institutions in Indonesia and are taught by Kyai who have noble knowledge and ethics. Persecution of students occurred in Islamic boarding scholls in Malang, at 2022 there were abuses in different Islamic boarding schools. This article provides alternatives for preventing and resolving abuse from a Maqasid al-Shari’ah perspective. This article includes empirical research using qualitative methods in the form of describing the data researched and analyzed and presented in the form of descrptive text. The research results show that abuse in Islamic boarding schools occurs due to intimidation and seniority, and the monitoring mechanism for students is not optimal. This practice of intimidation goes against the law and religious goals, while the perpetrators take advantage of power relations and distort religious narratives to carry out the persecution. Understanding the goals of religion (Maqasid al-Shari’ah) is an important instrument for minimizing violence in the form of persecution. A person may (even must) resist bullying and persecution in any form.
Tindak pidana penganiayaan semakin marak dan mirisnya pernah terjadi di lembaga pendidikan yang semestinya merupakan tempat mengajarkan etika dan ilmu pengetahuan. Bahkan penganiayaan berlangsung di pesantren. Fenomena ini tidak sejalan dengan tujuan pesantren yang mengedepankan akhlak, sebab pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia dan diasuh oleh Kyai yang mempunyai ilmu dan etika yang luhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab penganiayaan terhadap santri yang tinggal di pesantren Kabupaten Malang. Sebab dalam rentang waktu 3 tahun, terdapat 5 kasus penganiayaan terhadap santri di pesantren Kabupaten Malang. Artikel ini memberi alternatif pencegahan dan penyelesaian penganiayaan dengan perspektif Maqasid al-Syariah. Artikel ini termasuk penelitian empiris dengan metode kualitatif berupa memaparkan data yang diteliti dan dianalisis, serta disajikan dalam bentuk teks deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penganiayaan di pesantren terjadi karena intimidasi dan senioritas, kemudian mekanisme pengawasan terhadap santri tidak optimal. Praktik intimidasi tersebut berlawanan Undang-Undang dan tujuan beragama, sementara pelaku memanfaatkan relasi kuasa dan menyelewengkan narasi agama untuk penganiayaan yang dilakukan. Pemahaman terhadap tujuan beragama (Maqasid al-Syariah) adalah instrumen penting guna meminimalisasi kekerasan dalam wujud pdana penganiayaan. Seseorang boleh (bahkan wajib) melawan perundungan dan persekusi dalam wujud apapun.
Keywords: Islamic Boarding School; Maqasid al-Shari’ah; Persecution.
Downloads
References
Aminudin, M. (2023). Kasus Penganiayaan Santri di Malang, Orang Tua Korban Tolak Mediasi. https://www.detik.com/jatim/hukum-dan-kriminal/d-6496456/kasus-penganiayaan-santri-di-malang-orang-tua-korban-tolak-mediasi
Anhusadar, L. O., & Rusni, R. (2017). Fenomena Kekerasan Seksual Terhadap Anak. Shautut Tarbiyah, 22(2), 51–68. https://doi.org/10.31332/str.v22i2.491
Arif, S. (2020). Moderasi Beragama dalam Diskursus Negara Islam: Pemikiran KH Abdurrahman Wahid. Jurnal Bimas Islam, 13(1), 73–104. https://doi.org/10.37302/jbi.v13i1.189
Arrahmah, S. (2022). Soroti Fenomena Kekerasan di Pesantren, Nyai Badriyah Fayumi: Tidak Dibenarkan! Sumber: https://nu.or.id/nasional/soroti-fenomena-kekerasan-di-pesantren-nyai-badriyah-fayumi-tidak-dibenarkan-SX0Ob
Asrohah, H. (2011). The Dynamics of Pesantren: Responses toward Modernity and Mechanism in Organizing Transformation. Journal of Indonesian Islam, 5(1), Article 1. https://doi.org/10.15642/JIIS.2011.5.1.66-90
Auda, J. (2008). Maqasid al-Syari’ah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. The International Institute of Islamic Thought.
Azmi, M. (2022). Protection of Human Rights Victims of Sexual Violence Through Maqasid Al-Shari’ah: A Case in Batu City Indonesia. Jurnal HAM, 13(2), 613–630. http://dx.doi.org/10.30641/ham.2022.13.613-630
Bari, F. (2022). Seorang Santri Ponpes Situbondo Dikeroyok Belasan Teman dan Seniornya. https://faktualnews.co/2022/03/07/seorang-santri-ponpes-situbondo-dikeroyok-belasan-teman-dan-seniornya/307189/
Busyro, M. (2019). Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Padangsidimpuan Nomor, 57/Pid.Sus /2014/ PN.Psp Tentang Penjatuhan Hukuman Bagi Anak Yang Melakukan Penganiayaan Menyebabkan Luka Berat Terhadap Anak. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummanioramaniora, 3(1), Article 1. https://doi.org/10.31604/jim.v3i1.2019.38-51
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE.
Dharuby, G., Widodo Tresno Novianto, & Setiyanto, B. (2021). Hak-Hak Anak Korban Tindak Pidana Penganiayaan Yang Mengakibatkan Luka Berat Di Indonesia. RECIDIVE, 8(3), Article 3. https://doi.org/10.20961/recidive.v8i3.47329
Dhofier, Z. (1982). Tradisi Pesantren. Sinar Harapan.
editor. (2022). Kekerasan di lingkup pesantren—’fenomena gunung es’, “tangan saya dipukul pakai rantai besi.” https://www.bbc.com/indonesia/articles/cd1n2me021no
Fadhilah, A. (2011). Struktur dan Pola kepemimpinan kyai dalam pesantren di Jawa. Hunafa: Jurnal Studia Islamika, 8(1), 101–120.
Fahmi, M. (2015). Mengenal Tipologi dan Kehidupan Pesantren. Syaikhuna: Jurnal Pendidikan Dan Pranata Islam, 6(1), Article 1. https://doi.org/10.58223/syaikhuna.v6i1.3012
Faisol, M. (2012). Pendekatan Sistem Jasser Auda Terhadap Hukum Islam: Ke Arah Fiqh Post-Postmodernisme. KALAM, 6(1), 39–64. https://doi.org/10.24042/klm.v6i1.393
Farchan, H., & Syarifuddin. (2005). Titik Tengkar Pesantren; Resolusi Konflik Masyarakat Pesantren. Pilar Media.
Fathiyah, I., & Iqbal, M. (2020). Tindak Pidana Penganiayaan Yang Dilakukan Oleh Pelajar Secara Bersama-Sama (suatu Penelitian Di Wilayah Kepolisian Resor Sabang). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Pidana, 4(3), Article 3.
Fauzi Pradita Abbas. (2022). Konflik Internal di Pesantren Al-Ibrohimi, Gus Shofi Anak Kiai Ditonjok Paman di Depan Banyak Orang. https://cirebon.tribunnews.com/2021/08/13/konflik-internal-di-pesantren-al-ibrohimi-gus-shofi-anak-kiai-ditonjok-paman-di-depan-banyak-orang
Fuadi, M. A., Rosyadi, M. H., Marintan, M. A., Mahanani, Q. F. I., & Aslambik, M. (2024). Prevention Effort of Sexual Violence from Power Inequality Relations in Islamic Boarding Schools in Indonesia. Harmoni, 23(1), Article 1. https://doi.org/10.32488/harmoni.v23i1.720
Gani, R. A., & Wardani, R. K. (2023). Restorative Justice for Settlement of Minor Maltreatment in the Legal Area of the Merangin Police, Jambi Province. Al-Risalah: Forum Kajian Hukum Dan Sosial Kemasyarakatan, 23(1), Article 1. https://doi.org/10.30631/alrisalah.v23i1.1333
Hakim, M. L. (2016). Pergeseran Paradigma Maqasid Al-Syari’ah: Dari Klasik Sampai Kontemporer. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 10(1), 1–16. https://doi.org/10.24090/mnh.v10i1.913
Ismail, I. Q. (1997). Kyai Penghulu Jawa: Peranannya di Masa Kolonial. Gema Insani Press.
Jamillah, J. (2017). Penanggulangan Terhadap Anak Berhadapan Dengan Hukum Dalam Tindak Pidana Penganiayaan. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area, 5(1), 60. https://doi.org/10.31289/jppuma.v5i1.1142
Kadir, A. (2018). Merawat Kerukunan Toleransi di Era Demokrasi. Jurnal Asketik, II(2), 103–109. https://doi.org/10.30762/ask.v2i2.872
Kurniawan, K. (2021). Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan Anak. Al Daulah : Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan, 54–71. https://doi.org/10.24252/ad.v1i1.23843
Madjid, N. (1997a). Bilik-Bilik Pesntren; Suatu Potret Perjalanan. Paramadina.
Madjid, N. (1997b). Kaki Langit Peradaban Islam. Paramadina.
Mahfudz, S. (1988). Pengembangan Masyarakat Oleh Pesantren: Antara Fungsi dan Tantangan. Dalam Dinamika Pesantren: Dampak Pesantren dalam Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat (hlm. 12–38). P3M.
Martha, A. E., & Khoirunnas, C. (2018). Penganiayaan Terhadap Narapidana Pelaku Perkosaan Yang Mengalami Label Negatif Di Lembaga Pemasyarakatan (studi Di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta). Veritas et Justitia, 4(2), 388–421. https://doi.org/10.25123/vej.v4i2.3064
Mastuhu. (1994). Dinamika Pendidikan Pesantren. INIS.
Maulidi, M. (2015). Maqasid Syariah Sebagai Filsafat Hukum Islam: Sebuah Pendekatan Sistem Menurut Jasser Auda. Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum, 3(1). http://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/almazahib/article/view/1377
Muljohadi, R. A., & Wahid, A. (2020). Tindak Pidana Penganiayaan tidak tepat Sasaran dalam Perspektif Pasal 351 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Hukum Pidana Islam (Analisis Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bangkalan Nomor 431/pid.b/2018/pn bkl). Jurnal Keislaman, 3(2), 187–204. https://doi.org/10.54298/jk.v3i2.3159
Mulkhan, A. M. (1999). Runtuhnya Mitos Politik Santri: Vol. II. Sipress.
Nasih, A. M. (2011). Pergeseran pola maqasid al-shari’ah dari tradisional menuju modern: Membaca pemikiran Jasser Auda. Ijtihad : Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, 11(1), 1–20. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v11i1.1-20
Noval, C. (2022). Penerapan Prinsip Keadilan Restoratif Dalam Penyidikan Tindak Pidana Penganiayaan Yang Dilakukan Oleh Anak Pada Pondok Pesantren Nurul Ikhlas (Studi Kasus Pada Unit PPA Polres Padang Panjang). UNES Law Review, 4(4), 479–487.
Perempuan, K. (2022). Bayang-Bayang Stagnasi: Daya Pencegahan dan Penanganan Berbanding Peningkatan Jumlah, Ragam dan Kompleksitas Kekerasan Berbasis Gender Terhadap Perempuan: Catatan Tahunan (CATAHU 2022) Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2021. Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.
Pratiwi, D., Agis, A., & Mappaseleng, N. F. (2021). Penyidikan Terhadap Tindak Pidana Penganiayaan Di Kabupaten Luwu Utara. Journal of Lex Generalis (JLG), 2(3), Article 3.
Rachmawati. (2023, Januari 3). Santri Usia 12 Tahun di Malang Dianiaya Temannya hingga Hidungnya Patah, Orangtua Korban Tolak Damai. https://surabaya.kompas.com/read/2023/01/03/192000178/santri-usia-12-tahun-di-malang-dianiaya-temannya-hingga-hidungnya-patah
Rahma, S. (2021). Ponpes di Malang Diduga Lakukan Kekerasan ke Santri. https://radarmalang.jawapos.com/kabupaten-malang/811078913/ponpes-di-malang-diduga-lakukan-kekerasan-ke-santri
Rahman, I. K., Andriana, N., & Syahrozak, S. (2023). Menelisik Fenomena Bullying di Pesantren. Asatiza: Jurnal Pendidikan, 4(3), 156–167.
Rimawati, E. (2025, Januari 8). Pengeroyokan Santri Asal Bali di Banyuwangi, 4 Pengasuh Ponpes Diperiksa. https://www.detik.com/jatim/hukum-dan-kriminal/d-7722215/pengeroyokan-santri-asal-bali-di-banyuwangi-4-pengasuh-ponpes-diperiksa.
Rouf, M. (2016). Memahami Tipologi Pesantren dan Madrasah sebagai Lembaga Pendidikan Islam Indonesia. TADARUS, 5(1), Article 1. https://doi.org/10.30651/td.v5i1.345
Septiani, E., & Nurhafifah, N. (2020). Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Penganiayaan Berat Yang Dilakukan Oleh Anak. Syiah Kuala Law Journal, 4(1), Article 1. https://doi.org/10.24815/sklj.v4i1.16881
Setiawan, R. (2022). Merunut Kekerasan Santri Gontor & Bagaimana agar Tidak Terjadi Lagi. https://tirto.id/merunut-kekerasan-santri-gontor-bagaimana-agar-tidak-terjadi-lagi-gvYp
Soekanto, S. (1986). Pengantar Penelitian Hukum. UI Press.
Sujarwoko, D. H. (2016). Polisi proses santri pelaku penganiayaan hingga tewas. https://www.antaranews.com/berita/548004/polisi-proses-santri-pelaku-penganiayaan-hingga-tewas
Syafe’i, I. (2017). Pondok Pesantren: Lembaga Pendidikan Pembentukan Karakter. Al-Tadzkiyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 191–202. http://dx.doi.org/10.24042/atjpi.v8i1.2097
Wahid, A. (1998). Menggerakkan Tradisi; Esai-Esai Pesantren. Yogyakarta.
Wahyudi, E. (2017). Tindak Pidana Penganiayaan dalam Fiqh Jinayah dan Hukum Pidana Indonesia. Al-Qanun: Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam, 20(1), Article 1. https://doi.org/10.15642/alqanun.2017.20.1.120-146
Waluyo, B. (2002). Penelitian Hukum Dalam Praktek. Sinar Grafika.
Waskita, R. P., Dewi, A. A. S. L., & Widyantara, I. M. M. (2020). Penanganan Terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan Yang Terlibat Dalam Geng Motor Di Wilayah Badung. Jurnal Interpretasi Hukum, I(2), 175–190. https://doi.org/10.22225/juinhum.1.2.2459.175-180
Zazin, N. (2011). Pesantren di Tengah Arus Mutu Pendidikan; Menjawab Problematika Kontemporer Manajemen Mutu Pesantren: Vol. I. RaSAIL.
Zuhri, S. (2011). Budaya Pesantren dan Pendidikan Karakter Pada Pondok Pesantren Salaf. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 19(2), 287–309. https://doi.org/10.21580/ws.19.2.159
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Miftahudin Azmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors hold and retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
Similar Articles
- Adi Sudrajat, BEYOND SPIRITUAL SUPPORT: EXPLORING THE DUAL ROLE OF ISLAMIC BOARDING SCHOOL ENVIRONMENTS IN STUDENTS’ MENTAL HEALTH , TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam: Vol. 15 No. 2 (2026): SEPTEMBER
- Ashif Az Zafi, Dwi Wahyu Putri, Siti Qurrotu A’yun Nisa’Auliya, Karina Fikriatil Husna, Widiya Maudita, Karya Ilmiah Remaja sebagai Upaya Pengembangan Minat dan Bakat di SMA Syubbanul Wathon Tegalrejo , TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam: Vol. 13 No. 1 (2024): MARET
- Yusuf Agung Subekti, Mutamakin Mutamakin, INTERAKSI ANTARA KYAI DAN SANTRI DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK PADA PONDOK PESANTREN ANAK-ANAK , TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam: Vol. 6 No. 1 (2017): MARET
- Yusuf Agung Subekti, RELEVANSI SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN PEMBARUAN SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN , TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam: Vol. 3 No. 1 (2014): MARET
- Mardiyah, Najwa Sajida El Yunusi, Nasruddin, KURIKULUM KULLIYATUL MU’ALLIMIN AL-ISLAMIYAH (KMI) GONTOR SEBAGAI MODEL INOVASI KURIKULUM DI TENGAH ARUS MODERNISASI PENDIDIKAN , TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam: Vol. 15 No. 1 (2026): MARET
- Riki Candra, Zainuddin Fanani, PENERAPAN METODE AL-MIFTAH LIL ULUM DALAM MENUMBUHKAN PEMAHAMAN NAHWU SHARAF PADA SANTRI PEMULA DI PONDOK PESANTREN GUNUNG PANDAK MALANG , TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam: Vol. 15 No. 1 (2026): MARET
- Hasyim Muzadi, MEMBANGUN UNIVERSITAS BERBASIS PONDOK PESANTREN , TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam: Vol. 2 No. 1 (2013): MARET
- Ghina Sofia Mahfuzah, Nuril Huda, LEGITIMASI DAN KEBERLANJUTAN SANAD ILMU TAHFIZH AL-QUR'AN PADA PONDOK PESANTREN DAR 'ALI AL-BANJARY BANJARMASIN , TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam: Vol. 15 No. 1 (2026): MARET
- Umi Salamah, SCHOOL CULTURE AS A FIELD OF RELIGIOUS HABITUS FORMATION IN ISLAMIC PRIMARY SCHOOLS: A BOURDIEUSIAN CRITICAL REVIEW , TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam: Vol. 15 No. 2 (2026): SEPTEMBER
- Kholidah Nur, Ali Masran Daulay, Junita Irawati, CHARACTER REVITALIZATION THROUGH ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN SMPN 1 MANDAILING NATAL , TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam: Vol. 14 No. 1 (2025): MARET
You may also start an advanced similarity search for this article.





